Lagi-lagi Garuda
Eh lagi - lagi Garuda Indonesia destination Makassar take off jam 7 waktu JAKARTA mengalami pecah ban di Main Wheel sebelah kiri, untungnya pada Roda balakang pesawat Boeing setiap sisi kaki memiliki 2 roda sehingga Sang Jagoan Captain berinisiatif membuang ribuan fuel (Avtur) sebelum pesawat didaratkan. Beberapa Pax mendengarkan bunyi ledakan saat pesawat airbone dari Cengkareng, Sang Pilot harus memastikan bahwa benar tidaknya ban pada posisi kiri yang meletus, untuk itu Captain menghubungi ATC (Air Traffic Control). Untuk memastikan ban pecah pengawas bandara meminta garuda terbang berputar disekitar tower agar lebih mudah dilihat secara visual atau menggunakan alat deteksi sonar. Semua penumpang bertepuk tangan saat pesawat mendarat dengan mulus, bahkan garuda diawaki oleh Captain yang terbilang Junior dari segi jam terbang karena belum sampai 9000. Kesigapan CAPTAIN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN DALAM MENGHADAPI masalah tersebut diatas, yang pasti Pilot harus mampu mengambil keputusan tidak egois, karena diperlukan beberapa masukan melalui radio untuk menghubungi Bandara atau bahkan kantor GARUDA sendiri sebelum mengambil keputusan. Kekwatiran pesawat akan meledak atau terbakar sesaat landing pasti ada, karena secara otomatis ban yang pecah akan mengalami gesekan pada runway dan menimbulkan percikan api, roda pesawat yang pecah (main Wheel) persis berada di bawah tangki avtur. Jadi sangat tepat apabila fuel harus dibuang untuk menghindari kebakaran. jangan lupa Si Captain telah mengorder mobil pemadam dan mobil ambulance sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi sesuatu. Semoga Pilot-pilot kita mendapatkan inspirasi yang baik sesaat menghadapi emergency landing agar tidak pernah lagi terulang peristiwa Garuda di Jogja, Hidup Garuda Indonesia.
